Mapping

Pemetaan pada intinya adalah menggambarkan kembali (merekonstuksi) objek-objek di atas permukaan bumi

Read More

Underground Location Survey

Deteksi dan penyelidikan objek di dalam permukaan tanah (sub-surface) dengan menggunakan metoda

Read More

Regional And City Planning

Pekerjaan Study dan Perencanaan wilayah dan perkotaan, konsep serta masterplan pengembangan wilayah dan penataan kota

Read More

Services - Geographic Information System

6. GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM

Informasi spasial secara digital dengan dukungan kehandalan software dan hardware yang dikemas dalam suatu peta digital, geodatabase maupun aplikasi sistem merupakan salah satu bentuk layanan dalam bidang Sistem Informasi Geografi. Aplikasi Sistem Informasi Geografi yang dibangun baik dalam landasan aplikasi web maupun desktop sesuai dengan objektif sistem dan kebutuhan pengguna, menggunakan teknologi software yang up to date.

Kemampuan Sistem Informasi Geografi dalam mengintegrasikan antara data spasial dengan database tekstual memberikan kemudahan dalam berbagai keperluan yang membutuhkan analisis data spasial, diantaranya adalah untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya alam, perencanaan pembangunan dan sebagainya.

Pada dasarnya ruang lingkup dalam SIG terdiri dari 5 (lima) proses, yaitu:

  • Input Data
  • Manipulasi Data
  • Manajeman Data
  • Query dan Analisis
  • Visualisasi

Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial, semua data dalam bentuk digital. Kemudian dilakukan manipulasi agar sesuai dengan sistem maupun proses editing data digital yang ada. Semua data hasil proses ini selajutnya disimpan dan dikelola dalam DBMS. Query dan analisis adalah kemampuan SIG secara fundamental dalam melakukan proses seleksi, filtering, buffering maupun overlay dari beberapa layer data. Sebagai salah satu perwujudan dari hasil akhir dalam SIG adalah proses visualisasi dalam bentuk peta atau grafik untuk menyajikan informasi geografis

Manfaat Sistem Informasi Geografik yang sangat jelas terlihat adalah dalam bidang manajemen tata guna lahan dan penataan ruang, inventarisasi sumber daya alam, monitoring daerah becana alam dan perencanaan wilayah dan kota.

Pada awalnya pemanfaatan SIG ini dipandang hanya sebagai alat pada bidang kebumian, (misalnya lahan/persil, pertambangan, kehutanan, dll.), karena unsur geografinya. Tetapi sekarang dengan adanya pemahaman spasial yang semakin berkembang, maka saat ini SIG ini bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang yang lebih luas lagi, tidak hanya yang bersifat kebumian, yaitu diantaranya adalah bidang perdagangan, kesehatan, perbankan, transportasi, dll.